Akhir-akhir ini pemerintah banyak mendengungkan wacana “SEKOLAH GRATIS” di media. Bagi Sekolah Negeri (Kecuali RSBI dan SBI) begitu kurang lebih tulisan dibawahnya. Lalu sebetulnya, apakah SEKOLAH GRATIS itu?
SEKOLAH GRATIS merupakan kebijakan pemerintah melalui pendidikan gratis bidang pendidikan dasar. Kebijakan ini rencananya mulai digalakan pada tahun 2009. Dananya akan diambilkan dari APBD dan BOS. Ini merupakan dampak dari dinaikkannya angaran pendidikan menjadi 20 persen, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Saya sendiri sebagai siswa SMA mencoba melihat hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah agar terjadi perataan dibidang pendidikan. Baik yang kaya maupun yang miskin semuanya dapat mengenyam pendidikan. Tapi bagaimana batasan GRATIS itu?
Apakah GRATIS dalam arti Gratis semuanya?. Gratis bukunya, gratis operasionalnya, SPP, dan sebagainya. Mungkin bagi orang-orang yang berada (bekerja) dilingkup dinas pendidikan, hal in tentu tudak menjadi masalah. Tapi bagi masyrakat awam tentunya menjadi suatu masalah.
Orang awam bisa saja menilai kata “GRATIS” adalah Gratis secara keseluruhan.
Sehingga, dengan penilaian yang demikian, yang saya khawatirkan adalah tidak adanya kontrol biaya pendidikan dari orang tua siswa. Mereka sudah menganggap ini semua gratis. “Kenapa saya harus bayar, khan kata pemerintah sekolah sekarang gratis...” mungkin seperti itu tanggapan masyarakat.
Ini harusnya menjadi koreksi bagi pemerintah untuk lebih mensosialisasikan batasan pendidikan gratis. Saya rasa, masalah sosialisasi bukan menjadi masalah berarti bagi pemerintah. Media sudah berkembang sedemikian pesat, sehingga tidaklah sulit.bagi pemerintah untuk mensosialisasikannya.

SEKOLAH GRATIS merupakan kebijakan pemerintah melalui pendidikan gratis bidang pendidikan dasar. Kebijakan ini rencananya mulai digalakan pada tahun 2009. Dananya akan diambilkan dari APBD dan BOS. Ini merupakan dampak dari dinaikkannya angaran pendidikan menjadi 20 persen, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Saya sendiri sebagai siswa SMA mencoba melihat hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah agar terjadi perataan dibidang pendidikan. Baik yang kaya maupun yang miskin semuanya dapat mengenyam pendidikan. Tapi bagaimana batasan GRATIS itu?
Apakah GRATIS dalam arti Gratis semuanya?. Gratis bukunya, gratis operasionalnya, SPP, dan sebagainya. Mungkin bagi orang-orang yang berada (bekerja) dilingkup dinas pendidikan, hal in tentu tudak menjadi masalah. Tapi bagi masyrakat awam tentunya menjadi suatu masalah.
Orang awam bisa saja menilai kata “GRATIS” adalah Gratis secara keseluruhan.
Sehingga, dengan penilaian yang demikian, yang saya khawatirkan adalah tidak adanya kontrol biaya pendidikan dari orang tua siswa. Mereka sudah menganggap ini semua gratis. “Kenapa saya harus bayar, khan kata pemerintah sekolah sekarang gratis...” mungkin seperti itu tanggapan masyarakat.
Ini harusnya menjadi koreksi bagi pemerintah untuk lebih mensosialisasikan batasan pendidikan gratis. Saya rasa, masalah sosialisasi bukan menjadi masalah berarti bagi pemerintah. Media sudah berkembang sedemikian pesat, sehingga tidaklah sulit.bagi pemerintah untuk mensosialisasikannya.





1 komentar:
Betul, kadang kata gratis di salah artikan, harapan saya dengan adanya keringanan bahkan gratis tidak akan mengurangi kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa.
Semoga ke depan indonesia memiliki sekolah murah dan gratis tapi berkualiats , semoga
Posting Komentar